Ku merasa seperti sebuah buku yang terbuka dan hanya terbaring di
atas meja
Dan sadarkah aku bahwa banyak orang hanya melihat dan mengambil
kebaikanku
Tapi ku bersyukur, masih bergunanya diri ini untuk orang lain
Selanjutnya ku berjalan melalui lorong-lorong kecil dan ku lihat
sekeling
Lalu kadang-kadang ku dengar suara angin berkejaran penuh rahasia
Di saat itulah kumulai terbangun, bahwa diri ini hampa
Aku merasa seperti sendiri di ruang angkasa sana
Hinggalah aku merasakan rasa takut yang telah tertulis di wajahku.
“Ada yang kurang” kata lubuk
hati dalam diri
Terpikir oleh ku yang selalu bertanya “kurang apa diri ini”






